Marinir SBY: Makan Bersama Anak-Anak Ayata, Jalin Kasih di Perbatasan

    Marinir SBY: Makan Bersama Anak-Anak Ayata, Jalin Kasih di Perbatasan
    Foto: Saat Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, menggelar makan bersama anak-anak Kampung Ayata, Distrik Afiat Selatan, Kabupaten Maybrat, Rabu (25/2/2026).

    MAYBRAT - Di tengah hamparan perbatasan yang membelah negeri, kehangatan tak hanya datang dari mentari Papua Barat Daya, tetapi juga dari tulusnya interaksi antar sesama. Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY pada Rabu (25/2/2026) membuktikan bahwa kedekatan emosional bisa terjalin melalui momen sederhana namun bermakna: berbagi hidangan dengan anak-anak Kampung Ayata di Distrik Afiat Selatan, Kabupaten Maybrat.

    Suasana ceria begitu terasa menguar di sekitar Pos Ayata. Tawa riang anak-anak berpadu dengan senyum ramah para prajurit. Mereka duduk bersama, menikmati hidangan yang tersaji, menciptakan potret kekeluargaan yang hangat di tanah perbatasan. Kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya Satgas untuk terus merajut tali silaturahmi yang kuat dengan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.

    Letda Marinir Margo, Komandan Pos Ayata, menekankan bahwa lebih dari sekadar berbagi makanan, inisiatif ini adalah wujud nyata perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak Ayata.

    “Kami ingin mereka merasa nyaman dan dekat dengan kehadiran prajurit Korps Marinir dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang sedang bertugas di perbatasan, ” ujarnya.

    Pendekatan persuasif melalui kegiatan seperti makan bersama, menurut Letda Margo, terbukti efektif dalam membangun kepercayaan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran prajurit di wilayah ini tidak semata-mata berfokus pada aspek pengamanan, melainkan juga pada upaya mewujudkan harmoni sosial yang mendalam.

    Tak ketinggalan, para tokoh masyarakat Kampung Ayata turut menyambut baik inisiatif ini. Mereka melihat kegiatan makan bersama sebagai sarana ampuh untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang erat antara para prajurit dan warga.

    Satgas Yonif 10 Marinir/SBY menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas pengamanan perbatasan dengan sentuhan teritorial yang humanis. Di balik tantangan geografis Papua Barat Daya, interaksi sederhana namun kaya makna ini menjadi perekat persaudaraan yang tak ternilai harganya antara Marinir dan rakyat. Kegiatan serupa akan terus digalakkan, sebagai bukti nyata kehadiran negara yang tak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga merawat kebersamaan di garda terdepan bangsa.

    (Wartamiliter)

    satgas yonif 10 marinir marinir peduli tni al papua barat daya maybrat perbatasan ri
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Jum’at Berkah di Perbatasan, Yonif 10 Marinir...

    Artikel Berikutnya

    Marinir Gobang VII: Kesehatan Gratis di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ikuti Kami